WELCOME TO DAVID DANIEL SIO..!!

Senin, 17 Juni 2013

SERVER TOMCAT | Mengenal SERVER TOMCAT

Ketika kita melakukan pemrograman web dalam IDE Netbeans, ada dua keuntungan bila memilih Tomcat sebagai server Java. Yang pertama, ia bebas biaya lisensi. Yang kedua, IDE Netbeans telah menyertakan bundled-Tomcat di paket instalasinya.  
Setelah menjalankan Netbeans, buka jendela Runtime lalu buka node Servers. Didalamnya telah ada Bundled-Tomcat 7.0.x dimana x tergantung dari versi Netbeans yang digunakan.


Untuk melakukan kustomisasi terhadap server Tomcat ini, klik kanan node Bundled-Tomcat lalu buka menu Properties (atau dari IDE dengan menjalankan menu Tools Server Manager) 



Ketika melakukan instalasi Netbeans, IDE akan membuatkan nama user default = “ide” dan password = “default”. Password default ini dapat dilihat dalam file bernama “tomcatusers. xml”. Ada dua file tomcat-user.xml. Satu terletak dalam folder instalasi Netbeans(CATALINA_HOME) dan satu lagi terletak dalam user-directory (CATALINA_BASE). Untuk melihat lokasi kedua folder ini, lihatlah dialog Server Manager seperti ditunjukkan dalam gambar di atas. Carilah file tomcat-users.xml dalam folder CATALINA_Base\conf. Buka dengan editor teks lalu lihat password untuk user bernama ide.

START, STOP DAN ADMINISTRASI

Untuk menjalankan fungsi start (menjalankan server), stop(menghentikan server) dan administrasi terhadap server Bundled Tomcat ini, lakukan klik kanan di atas node Bundled Tomcat dalam jendela Runtime. Untuk melakukan fungsi administrasi, jalankan menu View Admin Console. Jika Anda menjalankan menu View Admin Console maka akan terbuka web-browser default. Browser akan membuka halaman dengan URL http://localhost:8084/admin/ Didalamnya Anda harus mengisikan user dan password. Klik tombol login sehingga Anda masuk ke halaman Administration Tool.

SEKILAS TENTANG JSP (JAVA SERVER PAGES)

JSP merupakan perluasan dari teknologi servlet. Tujuan dari JSP adalah untuk lebih menyederhanakan penulisan servlet. JSP sebelum dijalankan oleh server, akan dikompilasi terlebih dahulu menjadi servlet, meskipun proses ini tidak terlihat oleh kita.

JSP dan servlet dapat dipakai bersama-sama dalam sebuah aplikasi web. Perbedaan utama antara servlet dan JSP adalah, untuk servlet layer aplikasi tidak sepenuhnya terpisah dari layer presentasi, dimana logika aplikasi atau logika bisnis berada di dalam file program Java. Sedangkan presentasi diletakkan dalam output berupa content yang dihasilkan juga oleh servlet.
JSP sendiri lebih menitikberatkan pada aspek presentasi ketimbang aspek aplikasi. Untuk JSP, kode Java dan HTML digabungkan dalam satu file, yaitu file dengan ekstensi *.jsp. Dalam JSP, layer presentasi boleh dikatakan terpisah dari logika aplikasi atau logika bisnis.

Bahkan dalam perkembangannya sekarang JSP dapat saja tidak mengandung kode Java sama sekali. Beberapa logika pemrograman Java dapat digantikan oleh tag library. Misalnya JSTL (Java Server Page Standar Tag Libray) dapat mengenali beberapa logika pemrograman seperti loop dan kondisional.

JSP dan ASP

Perbedaan yang pasti, standart JSP dikeluarkan oleh Sun Microsystems, sedangkan ASP dikeluarkan oleh Microsoft. JSP memakai komponen JavaBeans yang tidak tergantung platform (platform-independence) sehingga JSP bisa dikenali oleh aplikasi yang berjalan dalam platform apapun. Sementara itu ASP memakai obyek COM (Component Object Model) yang spesifik untuk platform Microsoft (Windows) seperti misalnya ADO. Dalam ASP, script dapat ditulis memakai VBScript atau Jscript. Dalam JSP, script ditulis dengan memakai bahasa Java, serta dapat memakai berbagai framework dan standart taglibrary.

Dari sisi layanan server, ketika browser mengirimkan request dengan ekstensi *.asp, maka server web akan menyerahkan obyek request kepada interpreter ASP yang kemudian akan mengambil dan menjalankan skrip. Sedangkan untuk JSP, ketika browser mengirimkan request dengan ekstensi *.jsp, maka server web akan menjalankan script sebagai servlet, dimana halaman JSP akan dikompilasi terlebih dahulu menjadi servlet. Setiap instance dari servlet akan berjalan dalam thread tersendiri.

JSP DAN SERVLET

JSP merupakan perluasan dari servlet dan memiliki beberapa keunggulan. Yang pertama adalah bahwa kode yang ditulis untuk JSP relatif lebih ringkas. Yang kedua, proses deployment lebih mudah. Sebuah file JSP dapat diperlakukan sama seperti file HTML ketika dilakukan deployment. Dari segi pemakaian komponen JavaBeans, JSP relatif lebih mudah melakukannya.

JSP menggabungkan kode Java dan content (teks statik, kode HTML, XML, kode lainnya seperti skrip dan tag). Ini membuat content tidak perlu seluruhnya dihasilkan oleh program Java. Misalnya kita dapat langsung memakai tag-tag HTML dalam file JSP. Servlet seluruh content harus dihasilkan oleh program Java di dalam servlet sehingga kita tidak bisa memakai tag-tag HTML secara langsung tanpa kode Java. Namun dari sisi developer hal ini juga mengharuskan programmer Java dan programmer web (content) bekerja sama dengan baik sebab kedua macam kode (Java dan content) akan digabungkan dalam sebuah file.

Untuk servlet, developer dituntut untuk berfungsi baik sebagai programmer Java dan programmer web. Sedangkan untuk JSP, programmer Java dapat bekerja secara terpisah dari programmer web meskipun tetap diperlukan sinkronisasi antar keduanya.

JSP akan dikompilasi menjadi servlet ketika dijalankan. Kode servlet dari JSP tidak terlihat oleh programmer ketika dilakukan debugging. Ini bisa menyulitkan, terutama untuk mencari lokasi kesalahan ketika terjadi run-time error.

SERVER

Beberapa server pendukung JSP adalah :
  • Apache Jakarta Tomcat(http://jakarta.apache.org/tomcat/)
  • Sun Java System Application Server
  • Sun Java System Web Server
  • GlassFish
  • JBoss
  • Oracle Application Server

APLIKASI WEB DALAM NETBEANS
Buat sebuah project baru pilih File | New Project pilih CategoriesJava Web” dan project “Web Application>>>> Next


Langkah kedua dari wizard aplikasi web ini, masukkan data yang berkaitan dengan identitas project serta data yang berkaitan dengan server dan versi J2EE.


Langkah Ke-3 adalah memilih Server (Server yang akan digunakan adalah Apache Tomcat versi 7.0.14.0) >>>> Next


Langkah ke-4 ini adalah fungsi untuk mengaktifkan server yang akan digunakan, Jika dalam Aplikasi NetBeans verai 7.0.14.0 belum terinstal Apache Tomcat dapat mengaktifkannya lewat Framework ini. >>>> Finish.


Setelah membuat project aplikasi web maka kita dapat menambahkan ke dalam project file-file web resource berupa obyek class Java (seperti servlet, JavaBean dan file Java lainnya), file-file web-content (HTML, JSP, image dan sebagainya), library dan sebagainya. Untuk menambahkan library, lakukan klik kanan pada node Libraries dalam jendela project dan jalankan menu kontekstual Add Project, Add Library atau Add JAR/Folder.

WEB PAGES DAN FILE WAR

Ketika kita membuat aplikasi web dalam IDE Netbeans maka semua file yang akan dipakai sebagai web-content harus diletakkan di dalam folder bernama Web Pages. Anda dapat meletakkannya dalam root-directory dari folder tersebut atau bisa juga dalam subdirectory di dalamnya. File-file web-content adalah file-file yang dapat diakses oleh browser dalam mesin client. Folder Web Pages akan terlihat dalam jendela Projects sebagai node.



Terlihat dalam node Web Pages terdapat node META-INF dan WEB-INF. Kedua node folder ini merupakan folder yang khas di dalam sebuah aplikasi web. Folder META-INF dan WEB-INF berisikan deployment descriptor yang berupa informasi yang diperlukan oleh web server ketika aplikasi di deploy. Informasi ini disimpan dalam bentuk file-file deployment descriptor berupa file XML. 

File web.xml adalah file wajib yang harus ada dalam sebuah aplikasi web. File ini akan dipakai oleh setiap web-server yang mendukung teknologi JavaServer. Informasi dalam file web.xml akan menunjukkan bagaimana melakukan deployment terhadap komponenkomponen yang ada dalam aplikasi web.

File context.xml terdapat dalam folder META-INF. File ini khusus dipakai untuk server Tomcat. Untuk aplikasi web sederhana, umumnya kita tidak perlu mengedit file
context.xml ini karena telah berisi informasi yang cukup bagi aplikasi web. File context.xml biasanya berisikan context-path dari aplikasi web serta konfigurasi tingkat lanjut dari aplikasi web. Misalnya elemen-elemen dalam file ini dapat berisikan informasi mengenai file log dari servlet, JNDI resource, parameter untuk JDBC, context-parameter dan sebagainya.

Setelah dilakukan build (compile) terhadap proyek aplikasi web ini maka file-file webcontent serta file-file *.class akan disimpan dalam file WAR. File WAR adalah file Webarchieve (identik dengan JAR, Java archieve). File hasil kompilasi ini dapat Anda lihat dalam node “dist” dalam jendela Files. File WAR adalah file yang akan di deploy dalam server Java. Struktur dari file WAR dalam jendela Files diatas mengikuti struktur yang ditentukan oleh proyek Jakarta. 

Secara garis besar struktur ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
  • Folder root yang berisikan semua file dan sub folder aplikasi. Folder ini juga dikenal sebagai document-base
  • Sub-direktori dan file-file web-content dalam folder root. File-file ini dapat diakses langsung oleh browser client, misalnya file HTML, image dan file JSP.
  • Folder WEB-INF, yang berisikan file deployment-descriptor (web.xml). Folder ini juga dapat berisikan sub-direktori classes, lib dan tags, sub-direktori lain dan file-file lainnya. Folder ini dan isinya tidak dapat diakses langsung oleh client.
  • Folder classes (dalam WEB-INF) yang berisikan file-file *.class hasil build dari file-file Java, misalnya file-file servlet, JavaBeans dan file-file pendukung lainnya.

CONTOH JSP SEDERHANA

Lakukan langkah-langkah seperti berikut:
  • jalankan menu File | New Project
  • Pilih Categories “Web” dan File Types = “Web Application”. Setelah itu klik tombol next.
  • Next 
  • Pada Langkah ke-4 ini berfungsi lihat petunjuk pada langkah ke-4 dari APLIKASI WEB DALAM NETBEANS.
Langkah 1

Langkah 2

Langkah 3


Langkah 4

Dalam jendela Projects terdapat struktur aplikasi web, sedangkan dalam source editor akan dibuka file “index.jsp”


Ubahlah file index.jsp seperti berikut :


BUILD DAN DEPLOY

Proyek harus dibuild terlebih dahulu :
  • Dalam jendela Projects, klik kanan node project “PerkenalanAwal” lalu jalankan menu Build       Project. Jika sukses maka akan ditampilkan pesan sukses di dalam jendela Output. Setelah itu lakukan deployment ke dalam server Tomcat.
  • Dalam jendela Projects, klik kanan node project “PerkenalanAwal” lalu jalankan menu Deploy Project.

Menjalankan Project 
  • Setelah proses build dan deployment maka project dapat dijalankan: 
  • Dalam jendela Projects, klik kanan node project “PerkenalanAwal” selalu jalankan menu Run Project. Web-browser default akan dibuka
 TAMPILAN WEB

Nah, sampai disini dulu tutorial kali ini, terimakasih buat kunjungannya, JESUS BLESS YOU...^_^



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...